Selasa, 29 September 2015







PT Nusantara Infrastructure Tbk.(META) yang tengah mengembangkan pembangkit listrik mini hidro berkapastas 2×7,5 MW di Sumatra Utara, kembali akan membangun pembangkit listrik senilai US$376 juta di Mamuju Utara, Sulawesi Barat oleh anak usahanya PT Energi Infranusantara.
Untuk mengerjakan proyek ini META akan bekerjasama dengan perusahaan pembangkit listrik negara Filipina dan Norwegia, dari Filipina-Aboitiz Power sedangkan dari Norwegia SN Power. Sebelumnya perusahaan ini sudah menyiapkan dana capex Rp1,6 triliun dan targetkan pendapatan meningkat 25%.
Melihat kinerja keuangan perusahaan pada semester pertama lalu, META berhasil meningkatkan keuntungannya dibanding periode yang sama tahun 2014. Laba yang diperoleh meningkat dari Rp49,68 miliar atau Rp3,26 per saham menjadi Rp70,04 miliar atau Rp4,60 per saham. Pertumbuhan kinerja ini ditopang oleh meningkatnya pendapatan dari Rp249,62 miliar menjadi Rp260,39 miliar Semester I 2015.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada hari Senin (28/9/15) saham META ditutup anjlok 7% pada level 147 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 158 dan bergerak dalam kisaran 155-146 dengan volume perdagangan saham mencapai 16,4 juta lembar saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham META sejak akhir bulan Agustus terpantau mengalami konsolidasi dan saat ini berada dalam potensi pelemahan. Terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan indikator Stochastic bergerak konsolidasi ke area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak datar didukung oleh +DI yang juga bergerak datar yang menunjukan pergerakan META dalam potensi dalam tekanan. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rkomendasi trading pada target level support di level Rp145 hingga target resistance di level Rp158.

Joel/VMN/VBN/ Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

0 komentar:

Posting Komentar