Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini
dibuka menguat. Pagi ini (31/7) IHSG dibuka menguat 0.19 persen ke
posisi 4,721.65. Sementara saham-saham unggulan pada indeks LQ-45 dibuka
menguat 0.95 persen ke level 803. Adapun perdagangan pagi ini sebanyak
59 saham menguat, 44 saham melemah, dan sisanya saham stagnan.
Perdagangan hari ini dibuka dengan volume transaksi perdagangan saham
pagi ini tercatat sebanyak 240 juta lembar saham dengan nilai sebesar
Rp284 miliar. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 9.550 kali.
Secara sektoral, tercatat 6 sektor yang menguat dipimpin oleh sektor
keuangan dan industri dasar yang naik masing-masing sebesar 0.56% dan
0.46%. Adapun emiten yang menjadi penopang IHSG pada perdagangan pagi
hari ini adalah BMRI, BBRI, SMRA, WIKA dan PGAS.
Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
bergerak dalam rebound terbatas menutup gap pelemahan yang ditinggalkan
ditengah sentiment respon investor terhadap kinerja keuangan emiten
untuk semester 1 tahun 215 serta reaksi pasar atas Paket Kebijakan OJK
yang diharapkan mampu mengantisipasi perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Namun IHSG patut mewaspadai penguatan yang terus terjadi pada mata uang
US$ yang masih memberikan tekanan pada nilai tukar Rupiah terhadap US$.
Dari global, Bursa Regional terlihat masih terus membaik ditengah
sentimen The Fed yang masih mempertahankan suku bunganya tetapi terlihat
kepuasan yang lebih tinggi dibandingkan pernyataan bulan lalu terhadap
laju pemulihan ekonomi AS. Sementara ECB memutuskan mempertahankan
bantuan kredit darurat untuk Yunani tidak berubah. Peningkatan harga
komoditas juga menjadi katalis positif bursa global.
Badan Koordinasi Penanaman Modal kembali melaporkan realisasi investasi
Tanah Air periode triwulan II-2015 atau sepanjang April-Juni 2015 yang
mencapai Rp135,1 triliun, atau naik 16,3 persen jika dibandingkan dengan
capaian periode yang sama tahun lalu sebesar Rp116,2 triliun. Nilai
investasi pada triwulan II-2015 ini terdiri atas realisasi penanaman
modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp42,9 triliun (31,8 persen) dan
realisasi penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp92,2 triliun (68,2
persen). Sebagai informasi, capaian angka investasi tersebut merupakan
rekor tertinggi realisasi investasi di Indonesia disepanjang tahun ini.
IHSG diperkirakan akan di kisaran support 4650-4.700, dan resisten 4800 –
4850. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini : TLKM, WSKT,
KLBF, SSMS.
Regi Fachriansyah/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Editor: Asido Situmorang
RSS Feed
Twitter
Senin, Agustus 03, 2015
Vibiz Securities Academy
0 komentar:
Posting Komentar