Salah satu ekspansi yang akan dilakukan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) memperbaiki kinerja keuangan perusahaan yaitu dengan membangun pabrik baja baru dan juga pembangkit listrik. Untuk kedua proyek ini perusahaan mengeluarkan dana yang cukup besar, dan sumber dananya salah satu dari modal yang diberikan pemerintah atau Penyertaan Modal Negara (PMN).
Sebelumnya KRAS telah mengajukan proposal dana sebesar Rp 1,5 triliun berupa dana tunai dan Rp 956,49 miliar berupa dana non tunai yang dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (R-APBN) tahun 2016.
Selain PMN, KRAS menyiapkannya dari dana ekuitas sebesar US$ 106 juta dan pinjaman kerjasama dengan Bank Jerman sebesar US$ 260 juta. Pembangunan pabrik baja baru akan meningkatkan produksi baja perusahaan menjadi 3,9 juta per tahun, sebelumnya produksi baja tahunan KRAS sekitar 2,4 juta ton.
Untuk pembangunan pembangkit listrik nantinya KRAS akan menghemat beban produksi besar sekali, sehingga untuk biaya listrik setiap tahunnya akan menghemat sebesar US$ 30 juta per tahun. Karena dengan pembangkit listrik ini akan mengurangi biaya listrik dari 9 sen dollar/kWh menjadi 6 sen dollar/kWh.
Melihat kinerja keuangannya pada semester I-2015 lalu kerugian KRAS semakin membengkak hingga 55,38%, perusahaan mendapat kerugian sekitar $ 134,93 juta atau $ -0,0086 per saham. tahun 2014 periode yang sama KRAS bisa meraih sekitar $ 86,84 juta atau USD -0,0055 per saham.
Untuk pergerakan sahamnya di lantai bursa perdagangan saham pada Jumat (18/9/15) saham KRAS dibuka pada level 331 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada padayang sama. Dan hingga siang ini bergerak dalam kisaran 335-325 dengan volume perdagangan saham mencapai 17,06 ribu lot saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham KRAS sejak pekan lalu terlihat rebound dan berhasil rally hingga perdagangan hari Rabu. Terpantau indikator MA sudah bergerak naik dan pola long bearish candle menyentuh Upper Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic konsolidasi di area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang masih turun yang menunjukan pelemahan KRAS terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, rekomendasi trading pada target resistance di level Rp345 dan level support di Rp325.
Joel/VMN/VBN/ Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
Editor: Jul Allens
RSS Feed
Twitter
Jumat, September 18, 2015
Vibiz Securities Academy

0 komentar:
Posting Komentar