Rabu, 30 September 2015







Mengawal perdagangan bursa saham hari Rabu (30/9)  IHSG kembali lanjutkan penguatan setelah penutupan perdagangan selasa kemarin berhasil rebound.
IHSG  dibuka naik pada saat ini 0,22% ke posisi 4187,48 demikian juga  indeks saham unggulan LQ45 dibuka naik 0,28% ke posisi 698,63. Dalam perdagangan pagi ini terdapat 103 saham menguat, 37 saham turun, dan selebihnya ada yang stagnan dan juga tidak diperdagangkan sama sekali.
Jumlah saham yang diperdagangkan pagi  ini sudah mencapai  316 miliar lot saham dengan nilai  Rp440 triliun dan frekwensi sebanyak  18627  kali.
Pemulihan bursa global, dengan ditutup mixed nya bursa Wall Street dan juga di buka mixednya bursa Asia ikut mendorong penguatan bursa Indonesia. Demikian juga pengumuman paket kebijakan tahap II oleh pemerintah, memberikan sentimen positif bagi para investor pasar saham.
Dalam paket kebijakan tahap II tersebut ada empat paket stimulus fiskal yaitu percepatan waktu perizinan tax holiday dan tax allowance, penerbitan PP mengenai pembebasan PPN untuk alat angkutan tertentu dan PP mengenai pusat logistik berikat serta pengurangan pajak bunga deposito para eksportir agar mau menyimpan devisa hasil ekspornya di Indonesia.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan IHSG akan melanjutkan penguatan dengan dukungan penguatan bursa global dan optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia. Secara teknikal IHSG akan bergerak dalam kisaran Resistance 4230-4260 dan kisaran Support 4150-4120.

Connie Rineke/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang






Hingga akhir bulan Juni 2015, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) telah memberikan kredit infrastruktur sebesar Rp 38,2 triliun, dimana sebesar Rp 17,9 triliun diperuntukkan bagi sektor perhubungan darat, laut dan udara. Dan baru-baru ini kembali bank pelat merah tersebut memberikan pinjaman kepada PT Prima Terminal Petikemas (PTP).
Pinjaman yang diberikan BMRI sebesar  Rp 1,15 triliun diperuntukkan pembangunan Terminal Petikemas Belawan Fase 2. BMRI berkomitmen menyediakan pembiayaan  pengadaan infrastruktur nasional karenanya pekan lalu perusahaan ini melakukan pinjaman kepada perbankan Tiongkok sebesar US$1 miliar.
Kredit yang diberikan ini dengan tenor selama 15 tahun, sedangkan pembangunan fisik  proyek di Belawan tersebut direncanakan akan selesai dalam waktu 3 tahun, meliputi pekerjaan reklamasi, pembangunan dermaga, pembangunan container yard dan fasilitas pendukung serta penyediaan alat bongkar muat petikemas yang terintegrasi dengan sistem IT.
Melihat kinerja keuangan perseroan hingga akhir Juni 2015 lalu, BMRI masih mampu beroleh peningkatan laba hingga  3,86% atau beroleh Rp9,92 triliun atau Rp425,33 per saham meski total utang mencapai Rp753,84 triliun yang naik dari Rp697,02 triliun. Namun untuk jumlah aset berhasil  naik 6,90% dari Rp855,04 triliun di tahun 2014 mencapai Rp914,08 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Selasa  (29/9/15) saham BMRI ditutup menguat 3,3%  pada level 7775 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 7525 dan bergerak dalam kisaran 7775-7150  dengan volume perdagangan saham mencapai 16 juta  saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BMRI sejak pekan lalu alami tekanan kuat. Dan kini terpantau indikator MA masih bergerak turun  dengan indikator Stochastic  bergerak naik menuju  area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik  didukung oleh +DI yang juga bergerak turun  dan dibawah -DI yang menunjukan pergerakan BMRI dalam rebound terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rekomendasi trading pada target level support di level Rp7358 hingga target resistance di level Rp7983.



Joel/VMN/VB/ Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens






Untuk menggalang dana dalam pengerjaan proyek jalan tol dan juga menambah modal kerjanya, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) akan meluncurkan  obligasi berkelanjutan I tahap II tahun 2015 sebesar Rp1,5 triliun yang terdiri dari 2 seri dan tingkat bunga tetap di kisaran 10,4-11,1 persen.
Jumlah pokok obligasi yang ditawarkan untuk seri A sebesar Rp350 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,4 persen per tahun serta jangka waktu tiga tahun sejak tanggal emisi. Untuk seri B, jumlah obligasinya sebanyak Rp1,15 triliun dengan tingkat bunga tetap sebesar 11,1 persen per tahun dan jangka waktu lima tahun.
Sebagai informasi, untuk pembayaran bunga pertama obligasi yang akan diterbitkan tanpa warkat ini  dilakukan pada tanggal 16 Januari 2016, dan jatuh tempo untuk seri A pada tanggal 16 Oktober 2018 sedang seri B jatuh tempo pada tanggal 16 Oktober 2020.
Selain itu peringkat obligasi yang ditawarkan WSKT ini oleh Prfindo diberikan  peringkat idA (single A), dan akan berlaku untuk periode 10 Agustus 2015 sampai dengan 1 Agustus 2016.
Melihat kinerja keuangan perusahaan pada semester I/2015, perusahaan konstruksi milik negara ini berhasil membukukan laba bersih Rp171 miliar pada semester I/2015 atau tumbuh 182% dibandingkan dengan Rp60 miliar pada periode yang sama 2014. Adapun pendapatan perusahaan mencapai Rp3,9 triliun pada semester I/2015 atau tumbuh 25,25% dibandingkan dengan realisasi pada 2014.
Untuk pergerakan sahamnya di  bursa perdagangan saham pada Selasa (29/9/15) saham WSKT ditutup menguat 0,9% pada level 1600 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 1585. Hingga saat ini bergerak dalam kisaran 1600-1525 dengan volume perdagangan saham sudah mencapai 9,23 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham WSKT sejak akhir Agustus terpantau telah berada pada tren konsolidasi hingga saat ini. Terpantau indikator MA masih bergerak flat dan pola Hammer Man  terbentuk pada Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic masih  bergerak konsolidasi di area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak datar  didukung oleh +DI yang juga bergerak flat dibawah -DI,  yang menunjukan pergerakan WSKT dalam potensi sideways. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rekomendasi trading pada target level support di level Rp1570 hingga target resistance di level Rp1630.


Connie/VMN/VBN/ SeniorAnalyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens






PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang baru-baru ini mendapat tender dari Kementrian PU mengerjakan proyek tol Cisumduwu senilai Rp3 triliun lebih ternyata belum berhasil mencapai separuh dari target setahun untuk perolehan kontrak baru. Pasalnya hingga September 2015, kontrak baru WIKA hanya mencapai 39% atau senilai Rp12,46 triliun dari target sepanjang tahun ini senilai Rp31,64 triliun, yang belum dihitung dari carry over dari 2014 lalu senilai Rp22,7 triliun.
WIKA sendiri melihat sampai bulan Oktober mendatang kontrak barunya nanti akan tercapai sekitar 50% dari beberapa proyek gedung, bendungan dan juga jalan tol. Beberapa proyek yang sudah didapat hingga bulan ini seperti Gedung Freeport Indonesia, Gedung Kantor Yodya, Beach Club Ferry Terminal, Jembatan Manggar Balikpapan, Underpass Simpang Manggar, Jalan Oksibil Papua, Jalan Iyur Iyam, Aksesoris Commoro dan proyek Tol Cisumdawu 2.
Proyek-proyek ini diharapkan  akan memperbaiki kinerja keuangan perusahaan yang pada semester I lalu alami penurunan laba dibandingkan tahun 2014 periode yang sama. Sepanjang semester I/2015 WIKA mencatat penurunan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sekitar 29,06% menjadi Rp200,494 miliar dari Rp282,651 miliar periode serupa tahun lalu. Adapun kondisi ini disebabkan turunnya penjualan bersih perseroan sekitar 18,35% menjadi Rp4,778 triliun per Juni 2015 dibandingkan periode serupa tahun lalu Rp5,852 triliun.
Untuk perdagangan sahamnya menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Selasa(29/9/15) saham WIKA ditutup anjlok  1,7 persen pada level 2,590 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 2,635 dan bergerak dalam kisaran 2,630– 2,485 dengan volume perdagangan saham sudah mencapai 10,6 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham WIKA sejak awal bulan September terlihat terus mengalami konsolidasi. Kini terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan indikator Stochastic  bergerak naik meninggalkan  area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak turun  didukung oleh +DI yang  bergerak flat yang menunjukan pergerakan WIKA dalam potensi penurunan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rekomendasi trading pada target level support di level Rp2480 hingga target resistance di level Rp2700.



Joel/VMN/VBN/Senior  Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang






Dengan alasan mendukung pembiayaan proyek pemerintah khususnya infrastruktur, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) bersama 2 bank BUMN mencari dana sampai ke Tiongkok dengan meminjam kepada China Development Bank (CDB). Bank BUMN lainnya seperti PT. Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT. Bank Nasional Indonesia Tbk(BBNI).
Total pinjaman ketiga bank ini mencapai US$3 miliar dengan tenor 10 tahun yang dibagi rata dimana setiap bank mendapat US$1 miliar (sekitar Rp14 triliun) untuk pembiayaan proyek infrastruktur pemerintah. Komposisi pinjaman sebesar 30%  dalam mata uang renminbi dengan tingkat bunga sebesar 3,3%, sedangkan 70% lainnya diberikan dalam dollar AS dengan tingkat bunga 2,8%.
Namun pinjaman ini dipertanyakan DPR dengan alasan tidak berkonsultasi terlebih dahulu, selain itu  menurut DPR proporsi utang swasta dan BUMN saat ini berada pada angka yang cukup tinggi yaitu diatas 80%. Jika melihat posisi utang BBRI sendiri per 30 Juni 2014 mengalami kenaikan dari Rp704,28 triliun tahun 2014 menjadi Rp671,11 triliun pada Semester 1 2015.
Melihat kinerja keuangan BBRI semester I lalu, berhasil membukukan laba bersih Rp11,86 triliun atau tumbuh 1,58% dari laba bersih tahun sebelumnya di periode yang sama. Adapun perolehan laba bersih BRI hingga Juni 2015 tumbuh menjadi Rp11,94 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp11,69 triliun.
Kinerja positif perseroan lainnya juga dapat dilihat dari kredit yang disalurkan dalam enam bulan pertama tahun ini, dimana hingga Juni 2015 total kredit yang disalurkan mencapai Rp503,60 triliun, meningkat 2,69% dari kredit yang disalurkan hingga akhir tahun lalu.
Sementara itu menilik kabar dari lantai bursaperdagangan saham  pada Selasa (29/7/15)saham BBRI menguat 0,6% ke 8350 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 8300 dan bergerak dalam kisaran 8375-7975 dengan volume perdagangan saham mencapai 60,6 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BBRI selama 2 pekan perdagangan mengalami pelemahan tajam dan saat ini berada dalam posisi rebound. Terpantau indikator MA masih  bergerak turun dan indikator Stochastic mulai bergerak ke area tengah setelah sebelumnya berada pada area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik namun  +DI bergerak turun  yang menunjukan pergerakan BBRI dalam penguatan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rekomendasi trading pada target level support di level Rp7900 hingga target resistance di level Rp8800.


Joel/VMN/VB/ Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

Selasa, 29 September 2015







PT Adira Dinamika Multi Tbk (ADMF) yang target penyaluran kreditnya sudah mencapai 75% lebih dari target tahunan Rp30 triliun ternyata paling besar didapat dari kredit motor dibandingkan kredit mobil. Hingga bulan Agustus lalu kredit motor menyumbang Rp11,8 triliun sedangkan kredit roda empat sebesar Rp8,5 triliun.
Untuk penjualan sepeda motor, jumlah yang dibiayai lebih banyak motor bekas dari motor baru. Jumlah kredit motor baru  per Agustus 2015 sebanyak 525.000 unit sedang kredit motor bekas sebanyak 540.000 unit. Untuk kredit mobil, pembiayaan mobil baru  sebanyak 32.000 unit sedangkan mobil bekas 41.000 unit.
Demi menambah pendapatan perusahaan, ADMF tingkatkan  ekspansiny akepada bisnis asuransi travel, untuk memuluskan ekspansinya tersebut perusahaan menggandeng agen travel online, ezytravel.co.id dengan menggunakan sistem pembelian online. Sebagai informasi saja bahwa ezytravel.co.id ini merupakan sepuluh besar online travel agent (OTA) yang terbaik untuk pemesanan tiket dan hotel online di Indonesia.
Jika melihat kinerja keuangan ADMF semester pertama lalu, ADMF mengalami penurunan laba bersih sebesar 60% yoy  menjadi Rp197,96 miliar atau Rp198 per saham dibandingkan Rp541,58 miliar atau Rp542 per saham pada semester I-2014. Dimana dari sisi pendapatan tejadi penurunan  sebesar 3,68% menjadi Rp3,93 triliun dibandingkan dengan pendapatan usaha semester I-2014 sekitar  Rp4,08 triliun.
Jika melihat pergerakan sahamnya pada perdagangan hari Selasa sesi pertama (29/9), harga saham ADMF dibuka pada level 3810 setelah perdagangan sebelumnya ditutup pada posisi 3830. Kini harga saham bergerak flat dengan  volume saham yang diperdagangkan baru mencapai 160 lot.
Untuk pergerakan selanjutnya, analyst Vibiz Research Center melihat saham ADMF sejak pertengahan bulan Juli secara teknikal sudah berada di area jenuh jual dan kedepannya saham ini masih akan terus dalam trend jual. Harga saham berikutnya diperkirakan akan bergerak pada kisaran 3818-3872.


Joel/VM/VBN/ Analyst at Vibiz Research Center
Editor:Jul Allens






Mengawal perdagangan bursa saham hari Selasa (29/9)  IHSG kembali tertekan meneruskan trend pelemahan perdagangan sebelumnya oleh sentimen ambruknya perdagangan saham Amerika dan Eropa semalam oleh kekhawatiran kondisi ekonomi global.
IHSG  dibuka anjlok 1,9% ke posisi 4070,50 demikian juga  indeks saham unggulan LQ45 dibuka turun  2,29% ke posisi 664,81. Dalam perdagangan pagi ini terdapat 37 saham menguat, 125 saham turun, dan selebihnya ada yang stagnan dan juga tidak diperdagangkan sama sekali.
Jumlah saham yang diperdagangkanpagi  ini sudah mencapai  694 juta  miliar lot saham dengan nilai  Rp715,5 miliar dan frekwensi sebanyak  32452  kali. Pagi  ini investor asing bawa keluar dana sebanyak Rp43,67 miliar dengan 166 ribu  saham lebih.
Secara sektoral , semua sektor melemah yang  dipimpin oleh sektor Aneka Industri dan Basic Industri   sebesar -2,78% dan -2,43%  masing-masing.   Untuk saham-saham yang melemahkan  indeks yaitu saham SRTG, TOBA, DAJK dan TAXI.
Tekanan kekhawatiran pasar global masih terus membayangi pergerakan saham lokal hari ini sehingga direkomendasikan untuk wait and see menunggu fundamental yang kuat menggerakkan pasar kembali. Dan secara teknikal IHSG cenderung lanjutkan pelemahan sehingga analyst Vibiz Research Center memperkirakan IHSG akan bergerak dalam kisaran 3900 – 4100.



Joel/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Jul Allens






Regulator bursa saham mengumumkan status UMA kepada perdagangan saham PT Express Trasindo Utama Tbk.(TAXI) atas anjloknya saham tersebut cukup parah sejak perdagangan pekan lalu dimana setiap hari saham anjlok hingga 10 persen. Anjloknya saham ini terkait penjualan saham TAXI kepada Grup Saratoga oleh pemilik terbesar Grup Rajawali.
Sebelumnya pada bulan April lalu telah disepakati bersama bahwa Grup rajawali akan menjual TAXI kepada grup Saratoga sebanyak 1,09 miliar lembar saham atau 51% dari modal disetor PT Rajawali Corpora. Namun untuk status UMA ini, regulator bursa menunggu penjelasan lansung dari TAXI kepada bursa dan juga publik.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Senin (29/9/15) saham TAXI ditutup anjlok 9,9% pada level 365 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 405 dan bergerak dalam kisaran 405-365 dengan volume perdagangan saham mencapai 38,7 juta lembar saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham TAXI sejak awal September terpantau bergerak anjlok level support lemahnya. Terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan indikator Stochastic mulai bergerak datar di area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak turun yang menunjukan pergerakan TAXI dalam potensi melanjutkan koreksi terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rekomendasi trading pada target level support di level Rp329 hingga target resistance di level Rp427.

Joel/VMN/VBN/ Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens






PT Nusantara Infrastructure Tbk.(META) yang tengah mengembangkan pembangkit listrik mini hidro berkapastas 2×7,5 MW di Sumatra Utara, kembali akan membangun pembangkit listrik senilai US$376 juta di Mamuju Utara, Sulawesi Barat oleh anak usahanya PT Energi Infranusantara.
Untuk mengerjakan proyek ini META akan bekerjasama dengan perusahaan pembangkit listrik negara Filipina dan Norwegia, dari Filipina-Aboitiz Power sedangkan dari Norwegia SN Power. Sebelumnya perusahaan ini sudah menyiapkan dana capex Rp1,6 triliun dan targetkan pendapatan meningkat 25%.
Melihat kinerja keuangan perusahaan pada semester pertama lalu, META berhasil meningkatkan keuntungannya dibanding periode yang sama tahun 2014. Laba yang diperoleh meningkat dari Rp49,68 miliar atau Rp3,26 per saham menjadi Rp70,04 miliar atau Rp4,60 per saham. Pertumbuhan kinerja ini ditopang oleh meningkatnya pendapatan dari Rp249,62 miliar menjadi Rp260,39 miliar Semester I 2015.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada hari Senin (28/9/15) saham META ditutup anjlok 7% pada level 147 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 158 dan bergerak dalam kisaran 155-146 dengan volume perdagangan saham mencapai 16,4 juta lembar saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham META sejak akhir bulan Agustus terpantau mengalami konsolidasi dan saat ini berada dalam potensi pelemahan. Terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan indikator Stochastic bergerak konsolidasi ke area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak datar didukung oleh +DI yang juga bergerak datar yang menunjukan pergerakan META dalam potensi dalam tekanan. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rkomendasi trading pada target level support di level Rp145 hingga target resistance di level Rp158.

Joel/VMN/VBN/ Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens






Setelah berhasil menjual 4 tower yang dibangun dalam kawasan mixed used-Orange Country milik Lippo Homes yang merupakan anak usaha PT Ciputra Cikarang (LPCK), perusahaan properti ini siap meluncurkan tower kelima. Untuk membangun kondominium bernama Glendale Park Tower LPCK menggandeng developer top dari Jepang.
Penawaran prioritas yang dilakukan Lippo Homes kepada masyarakat dimulai pada tanggal 30 September dengan menyiapkan dana sebesar Rp10 juta untuk pemesanan unit pertama. Sebagai informasi, kondominium ini terdiri dari 560 unit dengan tiga tipe berdasarkan jumlah kamar tidur. Selain itu proyek Orange Country diatas 322 hektare (ha) akan memakan biaya investasi sebesar Rp250 Triliun.
Melihat kinerja keuangan perusahaan pada semester pertama lalu, LPCK berhasil meningkatkan laba bersihnya dibandingkan tahun 2014 yang naik 18 persen dari Rp403,45 miliar atau Rp579,67 per saham menjadi Rp477,86 miliar atau Rp686,58 per saham. Kenaikan laba ini ditopang oleh bertumbuhnya pendapatan pokok perseroan mencapai Rp954,56 miliar pada Semester I 2015, yang tumbuh 12,27% dari perolehan semester I 2014.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Senin (28/9/15) saham LPCK ditutup turun 2,6% pada level 6450 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 6625 dan bergerak dalam kisaran 6775-6425 volume perdagangan saham mencapai 620 ribu lembar saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham LPCK sejak akhir Agustus terpantau bergerak konsolidasi. Terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan indikator Stochastic bergerak di area jenuh jual. Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak datar didukung oleh +DI yang juga bergerak turun yang menunjukan pergerakan LPCK dalam potensi melanjutkan koreksi terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, rekomendasi trading pada target level support di level Rp6299 hingga target resistance di level Rp6788.


Joel/VMN/VBN/ Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

Senin, 28 September 2015







Sejak dibuka pagi hari tadi, hingga memasuki sesi 1 Senin (28/09), IHSG terus berada dalam tekanan. Sentimen negatif bursa global, akibat kekuatiran ekonomi Tiongkok dan ketidakpastian kapan waktu kenaikan suku bunga menekan bursa Wall Street dan bursa Asia, ikut memberikan hasil negatif bagi bursa Indonesia.
IHSG sesi I ditutup turun hingga 1,62 % ke posisi 4141,18, demikian juga  indeks saham unggulan LQ45 turun sekitar  2,08% ke posisi 684,8. Hingga siang ini terdapat 64 saham menguat, 205 saham turun, dan selebihnya ada yang stagnan dan bisa juga tidak diperdagangkan sama sekali.
Jumlah saham yang diperdagangkan  sudah mencapai  2,45 miliar lot saham dengan nilai  mencapai Rp2,08 triliun  dan frekwensi perdagangan sebanyak  117.547 kali. Sampai siang ini  investor asing bawa keluar dana sebanyak Rp107,11  miliar.
Secara sektoral semua sektor mengalami pelemahan yang  diperberat oleh sektor Aneka Industri yang menurun sebesar -3,83% .   Untuk saham-saham yang menjadi pemberat  indeks yaitu saham SKBM, VRNA, ERTX, DAJK, TAXI.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan tekanan  bursa global masih terjadi, diharapkan dengan penguatan bursa global dan sentimen positif ekonomi Indonesia, dapat membalikkan IHSG ke zona positif. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 4130–4100 dan kisaran Resistance 4200-4250.

Connie Rineke/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang






Indeks Harga Saham Gabungan hari Senin (28/09) dibuka negatif, turun 0,64% pada posisi 4182,38. Pada perdagangan pagi ini terpantau 48 saham menguat dan 132 saham melemah, sisanya stagnan.
Penurunan IHSG terimbas pelemahan yang terjadi pada bursa global akibat kekuatiran pelemahan ekonomi Tiongkok, dimana pekan ini investor masih mewaspadai data-data ekonomi Tiongkok seperti manufacturing PMI yang diindikasikan menurun, dan data Caixin PMI yang diperkirakan stabil. Sementara ketidakpastian kenaikan suku bunga AS juga masih menjadi kewaspadaan para investor global.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan IHSG masih akan melemah terbatas, dan akan bisa berbalik rebound jika terjadi sentimen positif dari bursa global dan perkembangan pelaksanaan kebijakan ekonomi Indonesia. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 4130–4100 dan kisaran Resistance 4200-4250.

Connie Rineke/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang






Mengawali perdagangan saham pekan ini, BEI hari ini (28/9) akan meresmikan pencatatan perdana saham PT. Victoria Insurance Tbk yang pernah memiliki nama Asuransi Agung Asia dan juga Asuransi SUMMA diawal pendirian perusahaan asuransi tersebut. Perusahaan Asuransi yang telah berdiri sejak tahun 1978 telah mendapat persetujuan OJK melakukan IPO pada tanggal 18 September 2015 dengan memiliki kode saham VINS.
Secara bisnis usaha, PT. Victoria Insurance Tbk melayani jasa asuransi umum seperti asuransi asuransi tanggung gugat, asuransi uang, asuransi kebongkaran, asuransi kecelakaan, surety bond. Selain itu juga melayani jasa asuransi kebakaran, asuransi kendaraan bermotor, asuransi alat berat, asuransi angkutan laut serta asuransi rekayasa.
Victoria Insurance yang berencana melepas sebanyak 376 juta sahamnya kepada publik, dijual dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp105,- per saham. Dan sebagai informasi perusahaan asuransi ini merupakan anak usaha dari PT. Victoria Investama Tbk (VICO) yang memiliki saham mencapai 73,34%.
Secara sektoral, saham ini masuk dalam sektor Finance menjadi emiten yang ke 83 dan pada tahun 2015 ini merupakan emiten yang ke 13 masuk lantai perdagangan bursa saham.


Joel/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens






PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP) yang semester pertama lalu berhasil meningkatkan kinerja keuangannya dari posisi keuangan tahun 2014 hingga naik 16,2 persen, berhasil meningkatkan kreditnya tahun ini hingga bulan Juli 2015 lalu bahkan persentase kenaikkannya melewati persentase kenaikan kredit perbankan secara nasional yang hanya meningkat 9,8 persen.
Hingga bulan Juli lalu pertumbuhan kredit NISP naik 17% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu, yang disumbang dari peningkatan penyaluran kredit di segmen usaha kecil dan menengah yang mencapai 20% dan kredit korporasi meningkat hingga 15%.
Melihat kinerja keuangannya pada semester pertama lalu, NISP berhasil meningkatkan labanya dibandingkan periode yang sama tahun 2014. Demikian juga dengan jumlah aset dan ekuitasnya alami peningkatan, hingga akhir Juni 2015 jumlah aset perusahaan mencapai Rp121 triliun dibandingkan tahun 2014 yang hanya Rp103 triliun.
Pendapatan bunga NISP semester pertama tersebut berhasil meningkat menjadi Rp4,3 triliun dari Rp3,7 triliun tahun 2014 periode yang sama. Dan laba yang diperoleh NISP mencapai Rp735 miliar atau Rp64,07 per saham, meningkat dari Rp632 miliar atau Rp55,10 per saham pada tahun 2014 lalu.
Untuk pergerakan sahamnya pada perdagangan saham pada Jumat (25/9/15), harga saham NISP masih sama dengan penutupan perdagangan 2 pekan lalu di posisi 1270 dengan volume perdagangan saham yang nol alias tidak diperdagangkan.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham NISP sejak awal tahun hingga perdagangan bulan September tahun ini masih sangat sulit bergerak pasca sepinya perdagangan saham ini baik oleh asing maupun investor domestik. Sehingga menurut analyst Vibiz Research Center, terhadap perdagangan saham ini wait and see.


Joel/VM/VBN/ Analyst at Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens






Orderan alat berat produk dari PT United Tractors Tbk (UNTR) masih seret hingga bulan Agustus lalu seiring anjloknya harga komoditas yang menurunkan prospek bisnis pertambangan. Penjualan alat berat UNTR pada bulan Agustus hanya naik sedikit dibandingkan bulan Juli namun secara tahunan penjualan drop sekali dari tahun 2014 lalu.
Pada bulan Agustus penjualan alat berat merek Komatsu hanya 175 unit, sedangkan pada bulan Juli hanya 137 unit. Secara tahunan jumlah unit yang dijual itu turun sebesar 38,65% dan total penjualan tahun ini sampai bulan Agustus baru mencapai 1.687 unit.
Secara bisnis, UNTR hingga pertengahan tahun ini alami penurunan pendapatan jika dibandingkan tahun lalu, pendapatan utama turun sebesar 9,37% dari Rp27,53 triliun di Semester I 2014 menjadi sebesar Rp24,95 triliun tahun ini. Selain itu pendapatan keuangan juga mengalami penurunan dari Rp68,37 miliar menjadi Rp52,26 miliar.
Namun meski bisnis sedang seret, UNTR berhasil meningkatkan keuntungannya pada semester pertama lalu sebesar 3,65% yang tercermin dari laba bersih meningkat menjadi Rp3,41 triliun atau Rp913 per saham dari pada Semester I 2014 yang hanya memperoleh laba bersih Rp3,29 triliun atau Rp881 per saham.
Prestasi semester I lalu disebabkan oleh keuntungan KURS yang didapat pada Semester I 2015 yaitu Rp246,37 miliar, sedangkan pada Semester I 2014 mengalami kerugian Kurs yang cukup besar yaitu Rp29,39 miliar, selain itu juga beban pokok juga mengalami penurunan dari Rp21,80 triliun pada Semester I 2014 menjadi Rp19,29 triliun di Semester I 2015.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Jumat (25/9/15) saham UNTR ditutup anjlok -4,9% pada level 17525 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 18425, pergerakan saham ada pada kisaran 18700-17525 dan volume perdagangan sudah mencapai sekitar 2,25 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham UNTR sejak akhir bulan Agustus terlihat alami konsolidasi, dan terakhir terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan indikator Stochastic turun ke area jenuh jualnya.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak datar didukung oleh +DI yang bergerak turun yang menunjukan pergerakan MDRN dalam potensi konsolidasi. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rekomendasi Trading pada target level support di level 17133 hingga target resistance di level 18308.



Joel/VM/VBN/ Analyst at Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens