Jumat, 30 Oktober 2015


Memasuki sesi 1 Jumat (30/10), IHSG masih bergerak sideways dan berakhir pada sesi 1 di zona negatif, turun 0,17% pada 4464,61. Terlihat IHSG berupaya merangkak naik dibandingkan hasil pembukaan tadi pagi yang turun 0,46% pada 4451,23. Sampai sesi 1 ini tercatat IHSG meraih posisi tertinggi pada 4480,60 dan posisi terendah pada 4441,34.
Hingga siang ini terdapat 115 saham menguat, 154 saham turun, dan selebihnya ada yang stagnan dan bisa juga tidak diperdagangkan sama sekali. Jumlah saham yang diperdagangkan  sudah mencapai 2,20 miliar lot saham dengan nilai  mencapai Rp2,70 triliun dan frekwensi perdagangan sebanyak 135.342 kali.
Secara sektoral, 4 sektor mengalami pelemahan, dimana sektor yang menjadi pemberat IHSG adalah sektor Keuangan yang melemah sebesar 0,97% .
Siang ini bursa Asia didominasi penguatan. Indeks Nikkei rebound setelah BOJ tidak jadi menjalankan stimulus besar-besarannya setelah tingkat inflasi Jepang tetap pada 0,2%. Demikian juga indeks Shanghai Tiongkok dan indeks Kospi Korsel menguat.
Analyst Vibiz Research memperkirakan IHSG berpotensi rebound dengan penguatan bursa global. Setelah penguatan bursa Asia, diharapkan dengan optimismenya data ekonomi Eropa dapat menguatkan bursa Eropa. Juga diharapkan sentimen positif dari dalam negeri dengan optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan dikeluarkannya paket kebijakan ekonomi tahap V dan hasil investasi dari kunjungan Presiden Jokowi ke AS yang menghasilkan kesepakatan bisnis yang akan ditandatangani sebesar 20,25 miliar dollar AS atau sekitar Rp 275,4 triliun.
Secara teknikal, IHSG akan bergerak pada kisaran Support 4440-4400 dan kisaran Resistance 4490-4525

Connie Rineke/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) pada hari Kamis (29/10) mengumumkan hasil pencapaian laporan kauangan sampai dengan Triwulan III tahun 2015 ini. Dalam laporan tersebut dinyatakan JSMR memperoleh pendapatan usaha di luar pendapatan konstruksi sebesar Rp 5,47 Triliun, yang dihasilkan dari kontribusi Pendapatan Tol sebesar Rp 5,13 Triliun dan Pendapatan Usaha Lain sebesar Rp 340,52 Miliar.
Beban usaha di luar beban konstruksi meningkat 4,71%. sebesar Rp 3,36 Triliun, yang khususnya didorong oleh peningkatan beban depresiasi dan amortisasi sebesar 14,73% sejalan dengan aktivitas investasi yang dilakukan oleh Perseroan. Selain itu juga didorong oleh beban Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar Rp 277,86 Miliar atau meningkat 32,65% dibanding Triwulan III 2014.
Beban bunga Perseroan meningkat 19,39% sebesar Rp 1,03 Triliun dibanding periode yang sama tahun lalu, yang disebabkan beroperasinya beberapa ruas jalan tol baru sepanjang 22 km pada tahun 2014 dan 13,6 km pada bulan Juni 2015.
EBITDA meningkat 4,86% sebesar Rp 3,02 Triliun, dibanding periode yang sama tahun lalu. Pada sisi laba bersih mencapai Rp 960,93 Miliar, dimana pada Triwulan III 2014 mencapai Rp 1,06 Triliun.
Aset Perseroan juga meningkat menjadi Rp 33,16 Triliun yang ditopang oleh realisasi capex (investasi) sebesar Rp 2,14 Triliun. Realisasi capex tersebut merupakan cerminan dari aktivitas konstruksi ruas-ruas jalan tol baru untuk mendukung target pembangunan jalan tol 1.000 km. Adapun ruas-ruas jalan tol yang sedang dalam tahap konstruksi adalah Jalan Tol Surabaya-Mojokerto Ruas Krian-Mojokerto (18,47 km), Jalan Tol Gempol-Pasuruan Ruas Gempol-Rembang (13,9 km), Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Ruas Perbarakan-Lubuk Pakam (4,85 km), Jalan Tol Semarang-Solo Ruas Bawen-Salatiga (17,5 km) dan Jalan Tol Solo-Ngawi-Kertosono (177,1 km).
Melihat pergerakan harga sahamnya pada perdagangan hari Jumat (30/10), saham JSMR dibuka  pada level 4.830 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 4.885. Hingga siang ini bergerak pada kisaran 4.810-4.870  dengan volume perdagangan saham mencapai 1.523.700 saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham JSMR sejak pekan lalu alami pergerakan turun. Terpantau indikator MA bergerak naik  dengan  indikator Stochastic bergerak turun  ke area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak flat  serta +DI menurun yang menunjukan pergerakan JSMR masih berpotensi melemah sambil menunggu fundamental positif yang membuat harga saham rebound. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya rekomendasi trading pada target level support di level Rp4678 hingga target resistance di level Rp5073.

Connie Rineke/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

Produsen timah pelat merah yaitu PT. Timah (Persero) Tbk (TINS) mengalami penurunan yang tajam pada perolehan laba sembilan bulan pertama 2015 menjadi Rp.10,47 miliar bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2014 sejumlah Rp.454,85 miliar.
Pada laporan keuangan Perseroan  Pendapatan usaha mengalami kenaikan menjadi Rp.5,14 triliun dari pendapatan usaha tahun sebelumnya 2014 Rp.4,36 triliun namun beban pokok mengalami kenaikan yang drastis menjadi Rp.4,63 triliun dari beban pokok tahun sebelumnya Rp.3,30 triliun membuat laba bruto turun menjadi Rp.507,79 miliar dari laba bruto tahun sebelumnya sebesar Rp.1,06 triliun.
Sedangkan pada laba sebelum pajak mengalami penurunan yang tajam menjadi Rp.56,48 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya sejumlah Rp.660,08 miliar indikatornya adalah ditekan bagian rugi entitas asosiasi Rp.12,38 miliar dari laba yang diraih Rp.1,88 miliar tahun sebelumnya.
Pada periode ini kinerja TINS menurun disebabkan oleh adanya penurunan harga jual timah yang rata-rata USD16.516 per ton Q3 2015 sedangkan pada periode tahun sebelumnya Q3 2014 USD22.668 per ton sehingga pendapatan kotor perseroan menurun sebesar Rp.0,50 triliun menjadi Rp.1,06 triliun turun sebesar 51,89% bila dibandingkan tahun sebelumnya 2014.
Total Aset sampai dengan September 2015 mengalami penurunan menjadi Rp.9,28 triliun dari jumlah aset per Desember 2014 sebesar Rp.9,84 triliun.
Untuk pergerakan sahamnya pada Kamis  (29/10/15) saham TINS mengalami penurunan 2,31% dan saham dibuka ke posisi 660  setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 635 dan bergerak dalam kisaran 635-660 dengan volume perdagangan saham baru mencapai 2.754.100 lot saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham TINS sejak pertengahan bulan Oktober terlihat terus mengalami pelemahan. Terpantau indikator MA sudah bergerak naik. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak flat didukung oleh +DI yang juga bergerak turun yang menunjukan pergerakan TINS dalam potensi pelemahan. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju TINS masih akan melemah dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan TINS. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp600 hingga target resistance di level Rp685.

Connie Rineke/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan hari  Kamis (29/10)  terkoreksi turun cukup dalam sebesar 2,7%  persen ke posisi 4472,02. Sementara saham-saham unggulan pada indeks LQ-45 ditutup turun 3,8% ke level 765,52. Sepanjang perdagangan IHSG  sebelumnya   sempat menyentuh level terendah 4605 dan level tertinggi 4472.
Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan  bergerak fluktuatif namun berpotensi rebound. Secara teknikal ada dukungan dari fundamentalnya, diperkirakan akan di kisaran support 4384-4427, dan resisten 4561-4650. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini : TLKM, BBNI, AKRA dan PGAS.
Untuk Rekomendasi Beberapa Saham-saham Unggulan tersebut, Klik Image Dibawah
marketmover-ihsg

Editor: Jul Allens

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan akhir pekan Jumat (30/10) dibuka negatif pada 0,46% pada 4451,23.
Pelemahan IHSG terpengaruh bursa Wall Street yang ditutup melemah dengan investor masih terus mencermati keputusan The Fed yang menyatakan dimungkinkannya suku bunga dinaikkan pada bulan Desember tahun ini. Sementara bursa Asia dibuka mixed.
Pagi ini terpantau 91 saham menguat dan 73 saham melemah. Terjadi perdagangan saham sebanyak lebih dari 792 juta lot saham dengan nilai mencapai sekitar 1,07 triliun rupiah, dengan frekuensi perdagangan lebih dari 40000 kali.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan IHSG mencoba keluar dari tekanan dengan harapan meredanya aksi profit taking dan optimisme penguatan ekonomi Indonesia setelah kunjungan Presiden Jokowi ke AS yang menghasilkan 18 kerjasama dan deal bisnis senilai 20,075 miliar dollar AS. Secara teknikal, IHSG akan bergerak pada kisaran Support 4444-4414 dan kisaran Resistance 4490-4520.

Connie Rineke/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

Kamis, 29 Oktober 2015


PT. Bank Permata Tbk (BNLI) membukukan pendapatan operasional selama sembilan bulan pertama 2015 naik sebesar 19% mencapai Rp.6,34 triliun, dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2014 yang mencapai Rp.5,32 triliun. Namun untuk laba bersih mencatatkan penurunan sebesar 24%  senilai Rp.938 miliar bila dibandingkan periode tahun 2014.
Sedangkan untuk total aset 2015 mencapai Rp.194 triliun mengalami kenaikan hanya 5% dari Rp.185 triliun pada tahun 2014.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham hari ini, Kamis (29/10/15), saham BNLI dibuka turun  2.17% ke posisi 1.125, bergerak pada kisaran 1.125, dengan volume awal perdagangan saham BNLI mencapai 17 ribu lot saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BNLI sejak awal Oktober mengalamai transaksi yang flat. Terpantau dimana indikator MA yang berada dalam tren bearish. Sementara itu indikator Stochastic bergerak turun di area tengah menuju area jenuh jual.
Indikator ADX bergerak turun demikian juga +DI menunjukan pergerakan turun. Diprediksi saham BNLI masih mengalami tekanan lanjutan, menunggu fundamental saat ini untuk mendongkrak naik BNLI. Dengan kondisi fundamental dan teknikalnya, maka harga saham BNLI diperkirakan bergerak di level Support Rp 1100 dan Resistance Rp 1175.
Connie Rineke/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research
Editor : Asido Situmorang

Memasuki sesi 1 Kamis (29/10), IHSG masih berada di zona negatif, turun 1,95% pada 4518,98. Sampai sesi 1 ini tercatat IHSG meraih posisi tertinggi pada 4605,76 dan posisi terendah pada 4518,71. Hingga siang ini terdapat 59 saham menguat, 194 saham turun, dan selebihnya ada yang stagnan dan bisa juga tidak diperdagangkan sama sekali.
Jumlah saham yang diperdagangkan  sudah mencapai 2,80 miliar lot saham dengan nilai  mencapai Rp2,87 triliun dan frekwensi perdagangan sebanyak 166.498 kali.
Secara sektoral, seluruh sektor mengalami pelemahan, dimana sektor yang menjadi pemberat IHSG adalah sektor Industri Dasar yang melemah sebesar 2,73% .
Pelemahan IHSG terjadi dengan masih ramainya aksi profit taking. Tercatat hingga sesi 1 ini terjadi arus dana asing yang keluar sebesar 442,84 miliar rupiah.
Analyst Vibiz Research memperkirakan IHSG berpotensi mengalami tekanan lanjutan. Namun tetap diharapkan datangnya sentimen positif dari dalam negeri dengan optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan dikeluarkannya paket kebijakan ekonomi tahap V dan hasil investasi dari kunjungan Presiden Jokowi ke AS yang menghasilkan kesepakatan bisnis yang akan ditandatangani sebesar 20,25 miliar dollar AS atau sekitar Rp 275,4 triliun.
Secara teknikal, IHSG akan bergerak pada kisaran Support 4490-4462 dan kisaran Resistance 4540-4570

Connie Rineke/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan hari Rabu (28/10) terkoreksi turun sebesar 1,4% persen ke posisi 4668,7. Sementara saham-saham unggulan pada indeks LQ-45 ditutup turun 1,8% ke level 795,08. Sepanjang perdagangan IHSG sebelumnya  sempat menyentuh level terendah 4594 dan level tertinggi 4657.
Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan masih lemah dan bergerak negatif melanjutkan pelemahan sebelumnya . Secara teknikal laju IHSG akan terhambat , diperkirakan akan di kisaran support 4578-4623, dan resisten 4686-4703. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini : PGAS, HMSP, WIKA dan LSIP.
Untuk Rekomendasi Beberapa Saham-saham Unggulan tersebut, Klik Image Dibawah
marketmover-ihsg

Editor: Jul Allens

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Kamis (29/10) dibuka negatif, terpantau turun 0,48% pada 4586.65.
Pelemahan IHSG terpengaruh keputusan The Fed yang mepertahankan suku bunganya dan menyatakan dimungkinkannya suku bunga dinaikkan bada bulan Desember tahun ini. Keputusan ini menguatkan dollar AS, sehingga investor asing menarik dana dari bursa untuk berinvestasi di dollar AS. Tercatat pagi ini dana asing yang keluar lebih dari 131 miliar rupiah.
Pagi ini terpantau 47 saham menguat dan 117 saham melemah. Terjadi perdagangan saham sebanyak lebih dari 600 juta lot saham dengan nilai mencapai sekitar 661 miliar rupiah, dengan frekuensi perdagangan 38900 kali.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan IHSG mencoba keluar dari tekanan dengan harapan sntimen positif penguatan bursa global paska pengumuman The Fed mempertahankan suku bunganya dan optimisme penguatan ekonomi Indonesia setelah kunjungan Presiden Jokowi ke AS yang menghasilkan 18 kerjasama dan deal bisnis senilai 20,075 miliar dollar AS. Secara teknikal, IHSG akan bergerak pada kisaran Support 4517-4482 dan kisaran Resistance 4570-4600.

Connie Rineke/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), pada kuartal III-2015 mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada laba bersih sebesar 9,5% menjadi Rp.13,37 triliun atau Rp.542 per saham dari Rp.12,21 triliun atau Rp.495 per saham pada periode yang sama tahun 2014. Sedangkan pada total pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya tercatat pertumbuhan yang meningkat sebesar 13,9% menjadi Rp.34,4 triliun bila dibandingkan pada tahun 2014 yang hanya memperoleh Rp.30,2 triliun.
Sampai dengan akhir September 2015, Aset BBCA tercatat sebesar Rp.573,17 triliun adanya peningkatan sebesar 5,61% bila dibandingkan tahun 2014 yang hanya memperoleh Rp.542,72 triliun. Sedangkan utang perseroan meningkat dari Rp.468,95 triliun menjadi Rp.489,42 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Rabu (28/10/15) saham BBCA mengalami penurunan 0,55% dibuka pada level 13.425 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 13.575 dan bergerak dalam kisaran 13.425 – 13.725 dengan volume perdagangan saham mencapai 10.391.900 lot  saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BBCA sejak awal Oktober mengalami tren kenaikan. Terpantau indikator MA bergerak naik dan  indikator Stochastic masih bergerak di area jenuh beli.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak datar didukung oleh +DI yang turun tipis, menunjukan pergerakan BBCA dalam potensi koreksi. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju BBCA masih akan dalam tekanan dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan BBCA. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp13350 hingga target resistance di level Rp13650.

Connie Rineke/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

Rabu, 28 Oktober 2015


PT XL Axiata Tbk (XL) pada Selasa (26/10) mengumumkan pelunasan dipercepat atas pinjaman dari
Royal Bank of Scotland (RBS) sebesar USD 100 juta. Percepatan pelunasan pinjaman ini dilakukan seiring dengan proses pencairan pinjaman sebesar Rp 1,5 triliun dari Bank Sumitomo Mitsui Indonesia.
Presiden Direktur XL, Dian Siswarini menyatakan merupakan konsekuensi perusahaan menghadapi
kondisi perekonomian global yang terjadi, termasuk mengatasi pinjaman dalam mata uang asing. Dengan penyelesaian semua pinjaman dalam US Dollar yang tidak dihedge, EXCL berharap beban perusahaan menjadi berkurang, dan dapat mendukung kinerja XL ke depan.
Apa yang dilakukan EXCL tersebut merupakan langkah proaktif mengurangi resiko nilai tukar mata uang asing. Dengan melakukan percepatan pelunasan hutang dan konversi ke mata uang rupiah, maka menyelesaikan keseluruhan portofolio hutang eksternal XL dalam US Dollar yang tidak diberikan fasilitas lindung nilai. Langkah XL ini merupakan bagian dari Agenda Transformasi perusahaan tersebutyaitu secara proaktif memperkuat posisi keuangan perusahaan melalui rangkaian Inisiatif Pengelolaan Neraca Keuangan yang mencakup pengurangan resiko terhadap pergerakan nilai tukar mata uang asing.
Untuk pergerakan sahamnya di bursa perdagangan saham pada hari Rabu (28/10/15) saham EXCL saat ini mengalami penurunan 1,69% pada level 3195 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 3250 dan volume perdagangan mencapai 777.400 saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham EXCL sejak awal Oktober terlihat terus mengalami pergerakan naik. Terpantau indikator MA masih bergerak naik dan  indikator Stochastic  bergerak di area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak datar  didukung oleh +DI yang juga bergerak flat yang menunjukan pergerakan EXCL sideways cenderung melemah. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju EXCL masih akan terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan EXCL. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp3100 hingga target resistance di level Rp3250.

Connie Rineke/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) membukukan laba bersih kuartal III/2015 sebesar Rp.1,38 triliun dan mengalami kenaikan sebesar 30,5% bila dibandingkan pada tahun 2015 yang hanya sebesar Rp.1,06 triliun. Perseroan juga membukukan penjualan kotor sebesar Rp.12,1 triliun yang tumbuh sebesar 10,2% bila dibandingkan pada tahun lalu yang hanya Rp.10,98 triliun. Sedangkan untukpendapatan bersih Perseroan mencapai Rp.6,81 triliun, yang berarti meraih peningkatan sebesar 12,8% dari tahun sebelumnya yang hanya Rp.6,03 triliun.
PT Matahari Department Store Tbk konsisten menjalankan strategi utama perseroan dengan terus menyediakan produk yang fashionable dengan nilai lebih kepada konsumen. Selain itu sasaran untuk pasar kelas menengah terus menjadi sasaran bagi Matahari karena terbilang memiliki daya beli yang tinggi.
Hingga saat ini Matahari telah memiliki 140 gerai di 66 Kota di Indonesia, termasuk diantaranya 9 gerai baru yang akan dibuka pada kuartal III/2015. Gerai baru ini akan dibuka di Singkawang (Kalimantan Barat), Baubau (Sulawesi Tenggara), Kupang (Nusa Tenggara Timur), Karawang (Jawa Barat), Yogyakarta, Manggarai, Blok M (Jakarta), Bekasi dan Mataram (Nusa Tenggara Barat)
Untuk pergerakan sahamnya di lantai bursa perdagangan saham pada Rabu (28/10/15) saham LPPF dibuka pada level 18025 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 18025 dan volume perdagangan sudah mencapai 2,3 juta lot saham dengan pergerakan di kisaran 16600-18025.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham LPPF sejak awal bulan September mengalami pergerakan sideways. Terpantau indikator MA mulai bergerak naik tipis. Selain itu indikator Stochastic  masih bergerak di area jenuh beli.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik tipis dengan +DI yang juga bergerak turun tipis yang menunjukan pergerakan LPPF dalam potensi sideways cenderung melemah. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, rekomendasi trading pada target level support di level Rp16800 hingga target resistance di level Rp 17150.
Connie Rineke/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

Dengan semakin menggeliatnya proyek pemerintah dan swasta dalam pembangunan infrastruktur, membuat PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) optimis akan target penjualan sebesar 14 juta ton sampai dengan akhir tahun 2015 akan tercapai. Hal ini terlihat dari penjualan bulanan Perseroan yang terus meningkat bahkan sampai dengan bulan Oktober 2015 untuk penjualan semen sudah mencapai 85% dan sampai dengan akhir tahun 2015 ini target penjualan semen Gresik sebesar 14 juta ton.
Melihat kinerja keuangan perusahaan tersebut, Sepanjang Semester I/2015 SMGR hanya berhasil peroleh laba bersih sebesar Rp. 2,19 triliun atau Rp.368 per saham, keuntungan ini  menurun sebesar 20,36%  bila dibandingkan Rp2,72 triliun atau Rp.464 per saham pada periode yang sama tahun 2014.
Adapun penurunan laba tersebut disebabkan berkurangnya pendapatan pokok perusahaan dari Rp.12,89 triliun menjadi Rp. 12,64 triliun, selain itu  peningkatan  beban pokok perseroan dari Rp.7,15 triliun menjadi Rp.7,63 triliun demikian juga utang yang meningkat dari Rp. 9,21 triliun menjadi Rp. 9,50 triliun pada Semester I 2015
Untuk pergerakan sahamnya sendiri dilantai bursa (28/10), saham SMGR dibuka pada 10.250 dan kini saham bergerak 10.250-10.325 mengalami penurunan sekitar 0,48% dari penutupan perdagangan sebelumnya.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham SMGR sejak awal bulan Oktober mengalami pergerakan naik, namun di pekan terakhir Oktober terus terkoreksi negatif. Terpantau indikator MA terus bergerak naik. Selain itu indikator Stochastic  bergerak menuju area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik tipis didukung oleh +DI yang bergerak turun menunjukan pergerakan SMGR dalam potensi menurun namun berupaya berbalik rebound dari tekanan menunggu sentimen positif yang mendukung kenaikannya. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, rekomendasi trading pada target level support di level Rp10200 hingga target resistance di level Rp 10400.

Connie Rineke/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Rabu (28/10) kembali negatif, turun 0,55% pada 4658.50.
Pelemahan IHSG terdorong pelemahan bursa Wall Street pada penutupan dinihari tadi karena buruknya data durable goods dan penantian pengumuman suku bunga The Fed dinihari nanti. Sementara bursa Asia dibuka mixed terpengaruh pelemahan bursa Wall Street.
Sementara dari dalam negeri, investor masih mencerna hasil kunjungan Presiden Jokowi ke AS yang menghasilkan kesepakatan bisnis yang akan ditandatangani sebesar 20,25 miliar dollar AS atau sekitar Rp 275,4 triliun.
Pagi ini terpantau 45 saham menguat dan 84 saham melemah. Terjadi perdagangan saham sebanyak 428 juta lot saham dengan nilai mencapai sekitar 575 miliar, dengan frekuensi perdagangan 11900 kali.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan IHSG akan mencoba keluar dari tekanan dengan harapan penguatan bursa global dan sentimen positif dari dalam negeri terkait paket kebijakan ekonomi tahap V dan hasil kesepakatan bisnis dari kunjungan Presiden okowi ke AS. Secara teknikal, IHSG akan bergerak pada kisaran Support 4600-4568 dan kisaran Resistance 4677-4715.
Connie Rineke/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan hari Selasa (27/10) terkoreksi turun sebesar 0,38% persen ke posisi 4674,05. Sementara saham-saham unggulan pada indeks LQ-45 ditutup turun 0,3% ke level 810,7. Sepanjang perdagangan IHSG sebelumnya  sempat menyentuh level terendah 4624 dan level tertinggi 4674.
Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan bergerak negatif melanjutkan pelemahan sebelumnya . Secara teknikal ada dukungan IHSG lanjutkan kenaikan , diperkirakan akan di kisaran support 4607-4641, dan resisten 4691-4707. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini : LPPF, LPKR, MNCN dan ASRI.
Untuk Rekomendasi Beberapa Saham-saham Unggulan tersebut, Klik Image Dibawah
marketmover-ihsg

Editor: Jul Allens

Selasa, 27 Oktober 2015


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan hari Senin  (26/10) berhasil pertahankan bullish dengan kenaikan  sebesar 0,8% persen ke posisi 4691,7. Sementara saham-saham unggulan pada indeks LQ-45 ditutup naik 1% ke level 812,8. Sepanjang perdagangan IHSG sebelumnya  sempat menyentuh level terendah 4675 dan level tertinggi 4696.
Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan bergerak positif namun pergerakan terbatas . Secara teknikal ada dukungan IHSG lanjutkan kenaikan , diperkirakan akan di kisaran support 4666-4679, dan resisten 4700-4709. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini : AUTO, BMRI, BBRI dan INCO.
Untuk Rekomendasi Beberapa Saham-saham Unggulan tersebut, Klik Image Dibawah
marketmover-ihsg

Editor: Jul Allens

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), pada Senin (26/10) mengumumkan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 1,9 triliun untuk sembilan bulan pertama atau kuartal ketiga tahun 2015.
Pengumuman tersebut disampaikan Vera Eve Lim, Chief Financial Officer dan Direktur Danamon. Vera menambahkan Danamon sedang menjalankan beberapa inisiatif untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya dana, terutama berfokus terhadap peningkatan jangkauan dan kualitas layanan nasabah dengan melakukan restrukturisasi pada jaringan layanan dan penjualan.
Danamon mencatatkan peningkatan pada kuartal ketiga 2015 dibandingkan dengan kuartal kedua, termasuk pertumbuhan laba bersih setelah pajak sebesar 14% pada kuartal ketiga dibandingkan pada kuartal kedua. Rasio biaya terhadap pendapatan (Cost-to-income) membaik dari 54,6% menjadi 51%. Selisih bunga bersih (net interest margin) tumbuh dari 7,8% menjadi 8,3%.
Pada kuartal ketiga tahun 2015, kredit secara keseluruhan turun 4% menjadi Rp 133,6 triliun pada sembilan bulan pertama tahun 2015 dari Rp 139 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Kredit pada segmen UKM tumbuh 7% menjadi Rp 22,6 triliun dari Rp 20,1 triliun. Kredit pada segmen komersial tumbuh 5% menjadi Rp 16,2 triliun dari Rp 15,4 triliun. Kredit pada segmen korporat tumbuh 5% menjadi Rp 18,3 triliun dibandingkan Rp 17,4 triliun.
Kredit yang mengalami penurunan adalah pada segmen usaha mikro dan pembiayaan kendaraan. Kredit kepada usaha mikro melalui Danamon Simpan Pinjam (DSP) berada pada Rp 16,1 triliun atau turun 18% dari Rp 19,6 triliun pada tahun lalu. Pembiayaan kendaraan dan barang konsumen melalui Adira Finance turun 7% menjadi Rp 47,6 triliun dibandingkan Rp 51,1 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Sedangkan untuk giro dan tabungan (CASA) Danamon berkontribusi sebesar 45% dari total dana pihak ketiga, dibandingkan 43% pada periode yang sama tahun lalu. CASA tumbuh 5% menjadi Rp 53 triliun dari Rp 50 triliun pada tahun lalu. Deposito menurun 4% menjadi Rp 63,2 triliun. Tumbuhnya komposisi CASA mengakibatkan penurunan pada biaya dana (cost of funds) menjadi 6% dibandingkan 6,4% pada periode yang sama tahun lalu.
Untuk gross NPL berada pada level 3,0%. Angka ini masih di bawah batas maksimum regulator yaitu 5%
Ratio kredit terhadap total pendanaan (loan to funding ratio/LFR) berada pada posisi 91,1% dibandingkan dengan 91,3% pada periode yang sama tahun lalu. LFR Danamon masih di bawah batas yang ditetapkan Bank Indonesia yaitu 94%.
Rasio kecukupan modal Danamon (capital adequacy ratio/CAR) konsolidasi berada pada posisi 19,1%, sementara CAR standalone berada pada 20,1%.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Selasa ini (27/10/15) saham BDMN dibuka pada level 3300 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 3360. Hari ini  bergerak dalam kisaran 3225 – 3360  dengan volume perdagangan saham mencapai 295.700 lot saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BDMN sejak awal Oktober  terpantau bergerak sideways. Terpantau indikator MA bergerak turun. Sementara itu indikator Stochastic masih bergerak di area jenuh beli.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak turun dengan +DI bergerak naik. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju BDMN masih akan sideways cenderung melamah, sambil menantikan sentimen fundamental positif yang menguatkan BDMN. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp3140 hingga target resistance di level Rp3305.

Connie Rineke/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

Memasuki sesi 1 Selasa (27/10), IHSG masih berada di zona negatif, turun 1,16% pada 4637,31. Hingga siang ini terdapat 76 saham menguat, 173 saham turun, dan selebihnya ada yang stagnan dan bisa juga tidak diperdagangkan sama sekali.
Jumlah saham yang diperdagangkan  sudah mencapai 2,95 miliar lot saham dengan nilai  mencapai Rp2,57 triliun dan frekwensi perdagangan sebanyak  122.047 kali.
Secara sektoral, seluruh sektor mengalami pelemahan, dimana sektor yang menjadi pemberat IHSG adalah sektor Industri dasar yang melemah sebesar 2,95% .
Pelemahan IHSG terjadi dengan adanya pelemahan harga komoditas yang menekan bursa global, dan hal tersebut membuat tekanan jual pada bursa saham Indonesia.
Analyst Vibiz Research memperkirakan IHSG akan berupaya keluar dari tekanan dengan harapan meredanya tekanan jual dengan penguatan bursa global dan optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan dikeluarkannya paket kebijakan ekonomi tahap V.
Secara teknikal, IHSG akan bergerak pada kisaran Support 4600-4560 dan kisaran Resistance 4670-4700

Connie Rineke/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

PT. Bank Tabungan Negara (Peresro) Tbk mampu menunjukkan peningkatan kinerja perusahaan bahkan tumbuh diatas rata-rata industri nasional. Pada Triwulan ke III/2015 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dengan kode emiten BBTN berhasil mencetak laba bersih dengan adanya suatu pertumbuhan sebesar 61,8% bila dibandingkan dengan perolehan laba bersih BTN pada periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp.755 miliar.
Pertumbuhan laba bersih diiringi dengan penyaluran kredit sebesar Rp. 131,58 triliun di triwulan III 2015 atau mengalami kenaikan sebesar 19,04% jika dibandingkan realisasi kredit pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp. 110,54 triliun.
Prospek pertumbuhan kredit masih cukup tinggi, dikarenakan adanya permintaan pasar akan kebutuhan rumah masih sangat besar. Perseroan melakukan kegiatan promosi bersama mitra pengembang pada daerah-daerah potensi penyerapan kebutuhan rumah tinggal.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Selasa ini (27/10/15) saham BBTN dibuka pada level 1210 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 1185. Hari ini  bergerak dalam kisaran 1205 – 1230  dengan volume perdagangan saham mencapai 23,66 juta lot saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BBTN sejak awal Oktober  terpantau bergerak naik. Terpantau indikator MA masih bergerak naik. Sementara itu indikator Stochastic masih bergerak di area jenuh beli.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik dengan +DI juga ikut bergerak naik. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju BBTN masih akan melanjutkan penguatan, kecuali ada sentimen fundamental negatif yang melemahkan BBTN. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp1150 hingga target resistance di level Rp1300.

Connie Rineke/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Selasa (27/10) terkoreksi negatif. Terpantau alami penurunan  0,71% pada4658,04.
Dominasi pelemahan bursa global terlihat sejak penutupan bursa Wall Street dinihari tadi,buruknya kinerja sahamnya seperti saham Apple pada indeks Dow Jones dan penurunan 7 sektor saham di indeks S&P 500, melemahkan kedua indeks sahama Wall Street tersebut. Demikian juga bursa Asia bergerak mixed, indeks Nikkei dan indeks Hang Seng mengalami pelemahan dalam pembukaan perdagangan tadi pagi.
Juga terjadi penurunan harga komoditas. Harga emas spot LLG pada akhir perdagangan dini hari tadi ditutup turun tipis 0.01 % pada 1163.70 dollar per troy ons, setelah rally penguatan dollar selama tiga hari berturut-turut terhenti akibat data penjualan rumah baru yang negatif. Sementara harga minyak mentah WTI untuk kontrak Desember ditutup turun 1,39 %, pada 43,98 dollar per barel terpengaruh kekuatiran kelebihan pasokan produksi minyak dan kurangnya pemeliharaan kilang minyak di AS.
Pagi ini terpantau 64 saham menguat dan 128 saham melemah. Terjadi perdagangan saham sebanyak 945 juta lot saham dengan nilai mencapai sekitar 960 miliar, dengan frekuensi perdagangan 38900 kali.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan IHSG akan mencoba keluar dari tekanan dengan harapan penguatan bursa global dan sentimen positif dari dalam negeri terkait paket kebijakan ekonomi tahap V. Secara teknikal, IHSG akan bergerak pada kisaran Support 4600-4568 dan kisaran Resistance 4670-4700.

Connie Rineke/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

Senin, 26 Oktober 2015


Memasuki sesi 1 Senin (26/10), IHSG measih melanjutkan penguatan, naik 0,77% pada 4688,81. Hingga siang ini terdapat 156 saham menguat, 106 saham turun, dan selebihnya ada yang stagnan dan bisa juga tidak diperdagangkan sama sekali.
Jumlah saham yang diperdagangkan  sudah mencapai 5,14 miliar lot saham dengan nilai  mencapai Rp23,21 triliun dan frekwensi perdagangan sebanyak  142.306 kali.
Secara sektoral, 6 sektor mengalami penguatan, dimana sektor yang menjadi penopang IHSG adalah sektor Finance yang menguat sebesar 1,62% .
Analyst Vibiz Research memperkirakan IHSG akan terus melanjutkan hasil positifnya. Imbas pemotongan suku bunga Tiongkok menguatkan bursa global dan optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan dikeluarkannya paket kebijakan ekonomi tahap V semakin memberikan optimisme bagi investor sehingga menguatkan IHSG.
Secara teknikal, IHSG akan bergerak pada kisaran Support 4660-4627 dan kisaran Resistance 4727-4760

Connie Rineke/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

PT Matahari Department Store Tbk dengan kode saham LPPF kembali meraih Social Media Award dan Digital Marketing Award 2015 untuk yang ketiga kalinya pada hari Kamis 22 Oktober 2015. Award ini mengukur kemudahan bagi para konsumen untuk berinteraksi dan mengekspresikan pemikiran mereka terhadap suatu merek. Selain itu, dunia digital dapat menjadi media bagi perusahaan untuk membangun image merek melalui website.
Pengukuran performa website dilakukan dengan melalui survey terhadap 300 pengamat yang terdiri dari profesional/karyawan (40%), mahasiswa (30%) dan jurnalis (30%) dan yang menjadi penilaian mengenai enam kriteria website yang baik yaitu : content, context, community, cuztomization. Commerce dan connection.
Melihat kembali laporan keuangan  PT Matahari Department Store Tbk pada Semester I/2015 untuk laba bersih Perseroan Semester 1 2015 mencapai Rp647,77 miliar atau Rp222 per saham, dibandingkan laba bersih pada Semester I 2014 yaitu sebesar Rp361,72 miliar atau Rp124 per saham.
Untuk pergerakan sahamnya di lantai bursa perdagangan saham pada Senin (26/10/15) saham LPPF dibuka pada level 16,475 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 16.475 dan volume perdagangan sudah mencapai 761.100 lot saham dengan pergerakan di kisaran 16.475-16.725.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham LPPF sejak awal bulan September mengalami pergerakan sideways. Terpantau indikator MA mulai bergerak naik tipis dari posisi stagnan sebelumnya. Selain itu indikator Stochastic  masih bergerak di area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak datar  didukung oleh +DI yang juga bergerak kuat diatas –DI yang menunjukan pergerakan LPPF dalam potensi menguat terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, rekomendasi trading pada target level support di level Rp16500 hingga target resistance di level Rp 16800.

Connie Rineke/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan hari Jumat (23/10) tercatat alami kenaikan  sebesar 1,5% persen ke posisi 4653,1. Sementara saham-saham unggulan pada indeks LQ-45 ditutup naik 1,9% ke level 804,7. Sepanjang perdagangan IHSG akhir pekan lalu sempat menyentuh level terendah 4627 dan level tertinggi 4666.
Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan bergerak positif lanjutkan kenaikan akhir pekan . Selain itu kebijakan ekonomi jilid V yang dirilis pekan lalu dan kinerja positif emiten besar juga dapat mendorong positif pergerakan IHSG .
Secara teknikal ada dukungan IHSG lanjutkan kenaikan , diperkirakan akan di kisaran support 4609-4631, dan resisten 4671-4689. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini : SMRA, ADHI, LPKR, dan WSKT.
Untuk Rekomendasi Beberapa Saham-saham Unggulan tersebut, Klik Image Dibawah
marketmover-ihsg

Editor: Jul Allens