Senin, 31 Agustus 2015


Saham emiten property  PT. Ciputra Property Tbk (CTRP) sejak awal tahun ini berada dalam tekanan jual yang besar sehingga menggerus harga sahamnya hingga 5o% lebih. Karenanya perusahaan  melakukan buyback sahamnya sejak hari ini tanggal 31 Agustus 2015 lalu dan akan dilakukan dalam 3 bulan sejak tanggal tersebut.
CTRP sudah menyiapkan sebelumnya dana cadangan untuk buyback saham tersebut  sebesar Rp100 miliar untuk membeli sebanyak  5% dari jumlah saham yang ada.   Jumlah saham yang disetor perusahaan sebanyak 6,15 miliar saham, dan pembelian saham dibatasi hingga harga saham mencapai Rp900.
Perusahaan meyakini dan sampaikan aksi buybacknya ini tidak akan mengurangi pendapatan  dan juga laba bersih perseroan.
Melihat kinerja keuangan perusahaan dalam semester I-2015 alami penurunan kinerja dimana CTRP hanya menperoleh laba bersih sebesar Rp20,17 miliar atau Rp3 per saham atau turun 84,08 persen dari tahun 2014 periode sama yang saat itu peroleh Rp126,67 miliar atau Rp21 per saham. Berkurangnya laba bersih ini disebabkan juga pada penurunan pendapatan perusahaan yang hanya mendapat Rp679,88 miliar dari Rp688,66 miliar perolehan tahun sebelumnya selain dari beban perusahaan yang jua meningkat.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Senin (31/8/15) saham CTRP  dibuka pada level 360 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 357 dan kini bergerak pada kisaran 370 atau menguat 3,64%  dengan volume perdagangan sahambaru  mencapai 12256  lot saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham CTRP sejak awal tahun  terlihat terus mengalami tekanan jual hingga membuat nilai saham ke posisi terendah dari harga sebelum IPO. Terpantau indikator MA sudah bergerak turun dengan pola inverted hammer. Selain itu indikator Stochastic masih bergerak di area jenuh jual sejak bulan Juni lalu.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik menembus  -DI yang melebihi +DI, menunjukan pergerakan CTRP berpotensi balik arah. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju CTRP masih akan dalam tren bullish dan rekomendasi trading pada target level support di level Rp320 hingga target resistance di level Rp400.



Joel/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens


Hingga akhir perdagangan sesi I hari Senin (31/8), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG )mengalami kenaikan 0,77% pada 4480.36, naik tipis dari pembukaan tadi pagi yang mencapai sekitar 0,5 % lebih. Pada perdagangan sampai dengan siang ini tercatat 143 saham menguat, sementara 106 saham melemah dan sisanya stagnan. Volume transaksi saat ini mencapai 2,80 miliar saham dengan nilai transaksi Rp2,61 triliun dan transaksi sebanyak 104.686 kali.
Secara sektoral, semua sektor mengalami penguatan, dimana sektor yang mengalami kenaikan tertinggi adalah sektor Consumer yang mengalami kenaikan 2,42%. Sedangkan sektor yang mengalami kenaikan terendah adalah sektor Infrastructure sebesar 0,18%. Kenaikan sektor Agri ditopang oleh saham-saham yang mengalami kenaikan tinggi hingga lebih 8% adalah saham DSNG dan AALI.
Analyst Vibiz Research Center melihat pergerakan IHSG siang ini masih akan melanjutkan penguatannya. Pergerakan bursa global yang masih mixed, dan respon positif para emiten untuk melakukan buyback menjadi faktor fundamental yang dapat menggerakkan pasar menguat terbatas. Namun masih terus diwaspadai fundamental negatif yang dapat menurunkan kenaikan IHSG. IHSG diperkirakan bergerak menuju Resistance pada kisaran 4515-4550, namun jika terjadi sentiment negatif maka akan menuju Support pada kisaran 4415-4390.

Editor : Asido Situmorang

Ditengah kondisi ekonomi dalam negeri yang berupaya terus bertumbuh, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mampu menyokong pertumbuhan kinerja keuangan dalam jangka panjang. Bumi Serpong Damai (BSDE) merupakan salah satu pengembang properti paling bernilai dan berharga karena hal ini didukung oleh aset yang dikuasai oleh perseroan yaitu berupa cadangan lahan (land bank) di BSD City yang memiliki luas sekitar 2.300 hektar.
Dengan memiliki luas tanah yang cukup besar ini membuat perseroan tetap melangkah maju ke depan bahkan diperkirakan sampai dengan 15 tahun mendatang. Selain itu didukung juga oleh animo masyarakat terhadap pembelian properti yang masih menjanjikan. Banyak masyarakat yang melirik BSD karena melihat strategisnya lokasi dan didukung juga pembukaan Mall AEON dan Indonesia Convention Center (ICE) yang sudah berjalan dan sebagai nilai tambah terhadap kenaikan harga jual properti di BSD. Bahkan BSD saat ini terus meluaskan penjualannya khususnya di bidang property yang saat ini sedang dilakukan di Kalimantan dan Sulawesi.
Sepanjang semester I/2015, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) alami pendapatan usaha naik jadi Rp3,36 triliun dibandingkan pendapatan usaha tahun sebelumnya yang Rp2,44 triliun. Adapun beban pokok naik jadi Rp856,24 miliar dari beban pokok tahun sebelumnya Rp634,36 miliar dan laba kotor naik jadi Rp2,51 triliun dari laba kotor tahun sebelumnya Rp1,81 triliun.
Beban usaha naik jadi Rp807,28 miliar dari beban usaha tahun sebelumnya Rp654,78 miliar dan laba usaha naik jadi Rp1,70 triliun dari laba usaha tahun sebelumnya Rp1,15 triliun. Bagian laba bersih investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama turun tajam jadi Rp449,16 juta dari bagian tahun sebelumnya Rp1,58 triliun membuat laba sebelum pajak anjlok menjadi Rp1,71 triliun dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp2,81 triliun. Sementara total aset per Juni 2015 mencapai Rp34,61 triliun dari total aset per Desember 2014 yang Rp28,21 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Senin (31/8/15) saham BSDE dibuka pada level 1,585 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 1,585 dan bergerak dalam kisaran 1,580 – 1,625 dengan volume perdagangan saham mencapai 2 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BSDE sejak pertengahan bulan Agustus terlihat mengalami tren penurunan namun sempat rebound dan di akhir bulan ini mengalami penurunan. Terpantau indikator MA bergerak turun, selain itu indikator Stochastic mulai bergerak naik melewati area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik tapi mulai stagnan, didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan BSDE dalam posisi sideways. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju BSDE masih akan dalam tren konsolidasi dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan BSDE. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp1558 hingga target resistance di level Rp1688.

Connie/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang


Anjloknya harga minyak dunia sejak awal tahun 2015 telah membuat banyak usaha perminyakan tanah air alami bisnis yang seret, salah satunya PT. PT Samindo Resources Tbk (MYOH) yang alami penurunan laba pada periode semester I-2015.
Permasalahan bisnis perminyakan global ini begitu mendera pendapatan MYOH dalam 6 bulan pertama yang hanya mendapatkan USD107,43 juta atau turun sebesar 14,74% dari pendapatan semester I-2014 yaitu  USD126,00 juta. Penurunan pendapatan tersebut membuat perolehan  laba MYOH menyusut sekitar 18% dari tahun 2014.
MYOH hanya mendapatkan laba bersih USD9,76 juta atau USD0,0044 per saham, dan tahun 2014 sanggup mendapatkan USD12,02 juta. Selain itu perusahaan alami kerugian kurs yang cukup besar pasca penguatan dollar AS terhadap Rupiah, kerugian kurs tersebut USD1,44 juta dari USD9,93 ribu  tahun 2014.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Jumat (28/8/15) saham MYOH ditutup naik 1,8% pada level 500 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 491 dan bergerak dalam kisaran 500 – 478 dengan volume perdagangan saham mencapai 1,3 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham MYOH sejak awal Juni terus alami konsolidasi pasca mencapai harga tertinggi dalam tahun ini pada bulan akhir bulan Mei 2015.   Terpantau indikator MA  bergerak naik  dan  indikator Stochastic mulai bergerak di area jenuh beli. Selain itu pola Hammer terbentuk diatas garis tengah bolinger mensinyalkan saham melanjutkan posisi penguatan akhir pekan lalu.
Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju TBLA bergerak positif rekomendasi trading pada target level support di level Rp490 hingga target resistance di level Rp505.


Joel/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

Saham emiten perkebunan PT. Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) sejak awal tahun ini berada dalam tekanan jual yang besar sehingga menggerus harga sahamnya hingga 40% lebih. Karenanya perusahaan  melakukan buyback sahamnya sejak tanggal 27 Agustus 2015 lalu dan akan dilakukan dalam 3 bulan sejak tanggal tersebut.
TBLA sudah menyiapkan sebelumnya dana buyback sebesar Rp120 miliar untuk membeli sebanyak  200 juta lembar saham atau setara dengan 3,74% dari modal disetor.  Dana tersebut diambil dari saldo laba perusahaan yang belum digunakan.
Melihat kinerja keuangan perusahaan dalam semester I-2015 alami penurunan kinerja dimana TBLA hanya menperoleh laba bersih sebesar Rp147,7 miliar, atau turun 30 persen lebih dari tahun 2014 periode sama yang saat itu peroleh Rp211,75 miliar. Berkurangnya laba bersih ini disebabkan juga pada penurunan pendapatan perusahaan yang hanya mendapat Rp2,72 T dari Rp2,73T perolehan tahun sebelumnya.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Jumat (28/8/15) saham TBLA ditutup turun 0,7% pada level 435 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 438 dan bergerak dalam kisaran 530 – 435 dengan volume perdagangan saham mencapai 6,29 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham TBLA sejak awal penawaran saham perdana terpantau bergerak dalam pelemahan signifikan. Namun saat ini mulai dalam tekanan upaya temukan titik tumpu. Terpantau indikator MA masih  bergerak turun dan  indikator Stochastic mulai bergerak di area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan TBLA dalam potensi bullish. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju TBLA bergerak terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan TBLA. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp420 hingga target resistance di level Rp450.


Joel/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

Jumat, 28 Agustus 2015


Hingga akhir perdagangan sesi I hari Jumat (28/8), Indeks Harga Saham Gabungan masih berada di teritori positif 0,84% pada 4467.77, menurun dari pembukaan tadi pagi sebesar 1,37 % ke level 4,491.45. Pada perdagangan sampai dengan siang ini tercatat 185 saham menguat, sementara 80 saham melemah dan sisanya stagnan. Volume transaksi saat ini mencapai 4,13 miliar saham dengan nilai transaksi Rp3,48 triliun dan transaksi sebanyak 160.251 kali.
Secara sektoral, 7 sektor mengalami penguatan, dimana sektor yang mengalami kenaikan tertinggi adalah sektor Agri yang mengalami kenaikan 2,24%. Sedangkan pelemahan terjadi di 3 sektor dan yang mencatat penurunan tertinggi adalah sektor Aneka Industri sebesar 0,36%. Kenaikan sektor Agri ditopang oleh saham-saham yang mengalami kenaikan tinggi hingga lebih 8% adalah saham DSNG dan AALI.
Analyst Vibiz Research Center melihat pergerakan IHSG siang ini masih akan melanjutkan penguatannya. Penguatan di bursa global dan respon positif para emiten untuk melakukan buyback menjadi faktor fundamental yang dapat menggerakkan pasar menguat. Namun jika ada fundamental negatif dapat menurunkan kenaikan IHSG. IHSG diperkirakan bergerak menuju Resistance pada kisaran 4570-4620, namun jika terjadi sentiment negatif maka akan menuju Support pada kisaran 4440-4390.

Editor : Asido Situmorang

Sebagai Perusahaan Manufacturing, emiten PT Impack Pratama Industri Tbk, dengan kode saham IMPC, memiliki usaha memproduksi plastik polikarbonat yang biasanya digunakan sebagai atap rumah, mall dan industri. Selain itu, perusahaan juga memproduksi facade untuk exterior dan interior gedung. IMPC sampai dengan Semester I 2015 berhasil melakukan membukukan laba Rp. 65,12 Miliar, dari jumlah ini dapat dilihat bahwa terjadi penurunan bila dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai Rp. 79,81 Miliar.
Dilihat dari turunnya laba ini seiring dengan turunnya penjualan bersih yang dibukukan perseroan sepanjang semester I 2015 dengan adanya peningkatan pada beban usaha perseroan. Dapat dilihat dari laporan keuangannya bahwa sepanjang Semester I ini untuk penjualan bersih tercatat sebesar Rp 643 Miliar, mengalami penurunan sebelumnya Rp.696,37 Miliar pada periode 2014.
Pada beban pokok penjualan turun menjadi Rp.403,32 Miliar dari sebelumnya Rp. 457,57 Miliar. Dan pada laba bruto mengalami kenaikan menjadi Rp. 239,68 dari sebelumnya Rp. 238,80 Miliar. Dengan adanya kenaikan pada beban usaha di Semester I 2015 menjadi Rp.88,11 Miliar dari sebelumnya Rp. 71,79 Miliar membuat laba usaha turun menjadi Rp.134,73 dari sebelumnya Rp. 173,47 per saham.
Sehingga total aset sepanjang periode pertengahan tahun 2015 tumbuh menjadi Rp. 1,79 triliun dari sebelumnya Rp. 1,74 triliun pada akhir tahun. Dan pada liabilitas turun menjadi Rp.711,04 miliar.
Melihat perdagangan saham pada siang hari ini (28/8), saham IMPC mengalami kenaikan 150 poin atau 1,59% pada Rp 9.600 Harga saham IMPC dibuka Rp.9.450 dan terus bergerak pada kisaran 9.450-9.600. dengan volume perdagangan mencapai 187,800 saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham IMPC yang melonjak 13 Agustus lalu terlihat mengalami tren kenaikan, sempat mengalami stagnan dan meningkat kembali namun dalam ini terpantau bergerak konsolidasi mencoba menguji level resistance. Indikator MA bergerak naik. Selain itu indikator Stochastic bergerak cenderung datar.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau mulai bergerak naik tipis yang menunjukan pergerakan IMPC dalam potensi lanjutkan kenaikan. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju IMPC mencoba untuk terus berada di level resistance dan memerlukan dukungan fundamental positif untuk hal itu. Rekomendasi Trading pada target level resistance di level Rp 9.800 hingga target support di level Rp 9.500.

Connie/VBN/VMN/Analys Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

Saham PT. Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) yang sudah keluar dari kelompok saham LQ45 tahun ini, berhasil mengurangi kerugian yang sering dialami kinerja keuangan6 bulan pertama tahun ini. Perusahaan yang memiliki pendapatan paling besar dari segmen emas ini alami kerugian pada semester I-2015 lalu hingga Rp395,99 miliar atau (-Rp42) per saham pada Semester I tahun 2015.
Kerugian ini lebih rendah dari periode semester I-2014 dimana Antam berhasil memangkas 41% kerugiannya, yang disebabkan meningkatnya bisnis penjualan  yang hampir mencapai 100%. ANTM berhasil memperoleh pendapatan sekitar RP3,99 triliun dari bisnis penjualan dan pemurnian emas pada semester tersebut, naik 96,88% dari penjualan tahun 2014.
Selain kenaikan pendapatan, perusahaan juga berhasil mengurangi beban usahanya dari Rp431,04 miliar menjadi Rp424,73 miliar.  bila dibandingkan dengan Semester I tahun 2014 yang membukukan Rugi Bersih sebesar Rp671,15 miliar atau (Rp70) per saham.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham akhir pekan ini  (29/8/15) saham ANTM dibuka naik pada level 545 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 525. Pada perdagangan hari ini saham menurun dan bergerak dalam kisaran 545 – 500 dengan volume perdagangan saham mencapai 418526 lot saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham ANTM  sejak awal  tahun terpantau selalu bergerak dalam tekanan jual yang  kuat.  Terpantau indikator MA  bergerak mendatar cenderung naik, selain itu indikator Stochastic berusaha meninggalkan area jenuh jualnya.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak datar dengan posisi +DI masih bergerak dibawah -DI yang menunjukan pergerakan ANTM masih dalam tekanan bearish. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi bergerak  dalam tekanan. Rekomendasi Trading pada target level support di level 535 – 480.




Joel/VMN/VB/ Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

Sebagai perusahaan Telekomunikasi terbesar di Indonesia PT Indosat Tbk (ISAT) sampai dengan periode pertengahan tahun 2015 mengalami kerugian  sebesar Rp. 733,79 Miliar atau Rp. 135,04 per saham sampai dengan Juni 2015 mengalami penurunan bila dibandingkan kerugian pada periode sama tahun sebelumnya yaitu Rp1,11 triliun atau Rp205,61 per saham.
Dilihat dari laporan keuangan menyatakan bahwa jumlah pendapatan naik menjadi Rp.12,51 triliun bila dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya Rp.11,61 triliun dan beban turun tipis menjadi Rp.11,58 triliun dari beban tahun sebelumnya Rp. 11,61 triliun
Pencapaian laba usaha mengalami kenaikan menjadi Rp. 1,04 triliun dari laba usaha tahun sebelumnya yang berjumlah Rp. 4,97 Miliar. Dan beban lain-lain tercatat naik menjadi Rp. 10,3 triliun dari beban lain-lain tahun sebelumnya Rp. 1,08 triliun.
Dan pada kerugian pajak sebelumnya pajak turun menjadi Rp. 892,48 miliar dari rugi sebelum pajak tahun sebelumnya yang mencapai Rp.1,07 triliun. Dan total aset per Juni 2015 mencapai Rp. 58,69 triliun bila dibandingkan total aset per Desember 2014 yang berjumlah Rp. 53,27 triliun.
Pada pergerakan saham siang hari ini (28/08), saham ISAT mengalami kenaikan 6,12% pada posisi Rp.4.160. Harga saham dibuka Rp. 3.940 ada kenaikan bila dibandingkan penutupan sebelumnya Rp.3.920 dan terus bergerak pada kisaran 3.935-4.180 dengan volume perdagangan mencapai 193.600 saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham ISAT sempat mengalami lonjakan Senin (24/08) kemarin, dan hari ini mengalami lonjakan signifikan sebesar 6,12%. Terpantau indikator MA sudah bergerak turun demikian juga Bolinger Band yang tampak searah. Selain itu indikator Stochastic masih bergerak di area bawah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik yang menunjukan pergerakan ISAT dalam potensi menguat. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju ISAT masih akan menguat dan semakin menguat jika ada dukungan fundamental positif. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp4000 hingga target resistance di level Rp4200.

Connie/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat pembukaan perdagangan hari Jumat ini (28/8) tercatat dibuka menguat, langsung melesat sebesar 1,37 % ke level 4,491.45 Pada perdagangan pagi ini tercatat 168 saham menguat, sementara 9 saham melemah dan sisanya stagnan. Seluruh Indeks saham dan sektor saham juga mengalami penguatan.
Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak naik mengikuti penguatan bursa global, yang ditopang positifnya data ekonomi AS yang menguatkan bursa wall street diikuti bursa global lainnya.
Dari dalam negeri harapan Bursa Efek Indonesia untuk mengajak pelaku pasar tetap optimis dituangkan dalam “Policy Responses” jangka pendek, antara lain : kebijakan buyback saham emiten tanpa melalui RUPS, penetapanauto-rejection menjadi sebesar 10%, peningkatan batas maksimum Dana Perlindungan Pemodal (DPP) dari Rp 25 juta menjadi Rp 100 juta, peningkatan pengawasan terhadap transaksi marjin dan short-selling.
Untuk perdagangan hari ini, menurut analyst Vibiz Research Center IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan mengikuti optimisme pasar dan menguatnya bursa global. IHSG diperkirakan bergerak menuju Resistance pada kisaran 4570-4620, namun jika terjadi sentiment negatif maka akan menuju Support pada kisaran 4440-4390.

Editor : Asido Situmorang

Kamis, 27 Agustus 2015


PT.Tiga pilar Sejahtera Tbk (AISA) ditengah kondisi ekonomi yang melambat dan daya beli menurun, namun TPS mampu meningkatkan kenaikan penjualan produksi beras sampai dengan 40%, bahkan perseroan pun optimis bahwa penjualan akan tetap mencapai target sampai dengan akhir tahun.
Beberapa produk TPS-Food antara lain Ayam 2 Telor Oriental, Mie Instan Superior, Mie Kremezz, Bihunku, Gulas Candy dan beberapa varian produk lainnya. Dengan perluasan bidang bisnis membuat TPS Food kokoh menjadi perusahaan pangan yang terdepan di Indonesia.
TPS Food juga telah mengalokasikan Rp. 150 Miliar untuk memperluas pabrik Taro di Jawa Tengah. Bahkan sebanyak 3 mesin baru pun siap didatangkan yang bertujuan untuk mendorong produksi makanan ringan tersebut. Diharapkan hasil dari pembangunan pabrik ini nantinya untuk menopang pendapatan perseroan.
Sepanjang Semester I 2015, penjualan berhasil diraih sebesar Rp.3,15 triliun atau tumbuh sekitar 29,09% bila dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp,2,44 triliun. Sedangkan laba bersih ikut naik sebesar 13,3% menjadi Rp. 195,96 miliar dari sebelumnya Rp.172,95 miliar.
Pada perdagangan siang hari ini (27/08/15), saham AISA mengalami kenaikan 10 poin atau 0,66% pada posisi Rp. 1515. Harga saham AISA dibuka Rp.1525 bila dibandingkan dengan penutupan kemarin Rp. 1.505, dan bergerak dalam kisaran 1505-1560 dengan volume perdagangan mencapai 1.679.000 saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham AISA yang sejak akhir bulan Juli ini terlihat mengalami tren penurunan, namun dalam sehari ini terpantau bergerak konsolidasi mencoba menguji level resistance. Indikator MA sudah bergerak turun. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak naik tipis dari bawah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau mulai bergerak naik yang menunjukan pergerakan AISA dalam potensi rebound. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju AISA mencoba untuk menutup gap pelemahan dalam pergerakan mingguan dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan AISA. Rekomendasi Trading pada target level resistance di level Rp1555 hingga target support di level Rp1450.

Connie/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang


Hingga akhir perdagangan sesi I hari Kamis (27/8), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG )terus bergerak naik 3,28% pada 4376.52. Pada perdagangan sampai dengan siang ini tercatat 220 saham menguat, sementara 49 saham melemah dan sisanya stagnan. Volume transaksi saat ini mencapai 3,20 miliar lot saham dengan nilai transaksi Rp3,36 triliun dan transaksi sebanyak 168.061 kali.
Secara sektoral, semua sektor mengalami penguatan, dimana sektor yang mengalami kenaikan tertinggi adalah sektor Consumer yang mengalami kenaikan 5,01%. Kenaikan sektor Consumer ditopangoleh saham-saham yang mengalami kenaikan tinggi hingga lebih 6% adalah saham UNVR, INDF, MBTO
Analyst Vibiz Research Center melihat pergerakan IHSG siang ini masih akan melanjutkan penguatannya. Penguatan di bursa global dan respon positif para emiten untuk melakukan buyback menjadi faktor fundamental yang dapat menggerakkan pasar menguat. Diperkirakan secara teknikal IHSG akan bergerak pada kisaran Resistance 4400-4450 dan Support 4350-4300.

Editor : Asido Situmorang


Upaya positif pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menguatkan pasar modal Indonesia dengan mengeluarkan kebijakan pelaksanaan buyback saham tanpa melalui RUPS, direspon positif oleh PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)
MEDC memutuskan untuk melakukan buyback saham sebanyak 10% untuk mengantisipasi pelemahan tajam pasar saham domestik. MEDC merespon positif dengan menyatakan rencana buyback dapat memberikan hasil yang positif terhadap perseroan.
Adapun jumlah saham yang beredar tanpa adanya buyback sebanyak 3.332.451.450 saham. Sementara dengan buyback jumlah saham beredar menjadi 2.999.206.305 saham.
Adapun kas perseroan jika tanpa rencana buyback senilai US$218.357.310, sedangkan dengan buyback menjadi US$168.357.310.
Untuk total aset tanpa buyback US$2.608.428.051 dan dengan rencana buyback senilai US$2.558.428.051.
Untuk laba bersih baik melakukan buyback ataupun tanpa melakukan buyback adalah US$6.189.051.
Sedangkan untuk ekuitas jika tanpa melakukan buyback sebesar US$900.117.795 dan jika melakukan buyback akan turun menjadi US$850.117.795.
Sementara untuk laba bersih per saham jika tanpa melakukan buyback adalah US$0,00186 dan jika melakukan buyback adalah US$0,00206.
Untuk Return on Asset, jika tanpa buyback akan sebesar 0,2373% dan dengan buyback sebesar 0,2419%.
Sedangkan Return on Equity tanpa melakukan buyback sebesar 0,6876% dan jika melakukan buyback menjadi sebesar 0,7280%.
Dengan demikian akan terlihat hasil yang lebih tinggi jika melakukan buyback pada laba bersih per saham imbal hasil aset (return on asset) dan imbal hasil ekuitas (return on equity).
Jika dilihat pergerakan MEDC pada perdagangan saham Kamis (27/08/15) ini, maka saham MEDC mengalami kenaikan 80 poin atau 5,63% pada posisi 1500. MEDC dibuka pada level 1460 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 1420 dan bergerak dalam kisaran 1460 – 1550 dengan volume perdagangan saham mencapai 142,900 saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham MEDC sejak pertengahan bulan Agustus ini terlihat terus mengalami penurunan dan saat ini terpantau bergerak konsolidasi mencoba menguji level resistance. Indikator MA sudah bergerak turun. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak naik dari bawah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan MEDC dalam potensi rebound. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju MEDC mencoba untuk menutup gap pelemahan dalam pergerakan mingguan dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan MEDC. Rekomendasi Trading pada target level resistance di level Rp1525 hingga target suopport di level Rp1215.

Editor : Asido Situmorang